Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein Sumber : http://sonz-share.blogspot.com/2013/03/cara-memasang-musik-di-blog.html#ixzz2SzGmOAmB

Minggu, 02 Juni 2013


RANCANGAN MODEL ASSURE

MAKALAH

Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pembimbing Dr. Indrati Kusumaningrum, M. Pd.





RAHMATUL HUSNA
1203722





PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
20


MODEL ASSURE


A.    MODEL ASSURE
A: Analisis Siswa: langkah pertama dalam perencanaan untuk mengetahui dan menganalisa siswa sehingga bisa di asosiasikan hasil belajarnya nanti, yang lebih penting diperhatikan adalah (1) karakteristik umum, (2) kemampuan khusus, (3) gaya belajar.
S: Tentukan standar dan tujuannya, langkah berikutnya menentukan standard dan tujuan spesifik mungkin. Disini sangat penting memulai pelajaran dengan menyusun kurikulum dan teknologi disesuaikan dengan menyusun kurikulum daerah berdasarkan kurikulum nasional. Tujuan disusun hal ini adalah demi kepentingan siswa, tingkah laku yang akan diperlihatkan, kondisi dimana tingkah laku itu akan dibobservasi dan tingkatan ilmu pengetahuan baru atau keahlian yang harus dikuasai.
S: Pemilihan strategi, media dan materi pada langkah Ini guru melakukan pemilihan strategi yang tepat, media yang cocok dan materi yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.
U: Penggunaan teknologi, media dan materi dalam step ini seseorang guru menggunakan teknologi, media dan materi membantu siswa mencapai tujuan pembelajarannya.
Ada lima proses dalam hal ini yaitu:
(1). Priview : teknologi, media dan materi
(2). Prepare : persiapan teknologi, media dan materi
(3). Prepare : lingkungan
(4). Prepare : student
(5). Provide : melengkapi dengan kegiatan siswa
R:  Merancang partisipasi siswa: hal ini bertujuan agar kondisi belajar siswa dapat terkendali. Disini diharapkan ada kegiatan yang membuat mereka bisa mempraktekkan pengetahuan atau keahlian baru yang disajikan sehingga siswa dapat  mengekspresikan kembali semua yang dimilikinya.
E:  Evaluasi dan perbaikan: setelah langkah semua di atas guru harus mengevaluasi semua kegiatan tersebut. Bagaimana dampaknya terhadap siswa. Evaluasi ini tidak saja menilai seberapa besar pencapaian tujuan pembelajaran namun juga keseluruhan proses pembelajaran itu kalau tidak ada yang tercapai kita perlu mengadakan perbaikan agar lebih baik.
B.     ANALISIS SISWA
Tujuan utama para guru adalah memenuhi kebutuhan unik seperti siswa sehingga mereka biasa mencapai tigkat belajar yang maksimum. Model ASSURE memberikan pendekatan yang sistematis untuk menganlisis karakteristik para siswa yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar. Analisis tersebut menyediakan informasi yang memungkinkan secara strategis merencanakan pelajaran yang disesuaikan agar memenuhi kebutuhan spesifik para siwa.
Adapun factor kunci yang perlu diperhatikan dalam analisis siswa adalah sebagai berikut:
·         Karakteristik umum
Usia, jenis kelamin, tingkatan kelas, budaya, suku, factor social dan ekonomi.


·         Kompetensi dasar spesifik
Pengetahuan dan keterampilan peserta didik baik memiliki atau kurangnya keterampilan prasyarat, target keterampilan dan sikap.
·         Gaya belajar
Sifat psikologis yang mempengaruhi bagaimana siswa anda memahami dan menanggapi ranngsangan berbeda seperti kecerdasan motivasi dan factor psikologis.
Ada 9 aspek dalam gaya belajar terutama mengenai Multi intelegensi:
1)      Bahasa (verbal, ilmu bahasa).
2)      Matematika (ilmu pasti).
3)      Visual
4)      Music/ritme
5)      Kinetis (gerak tubuh)
6)      Memahami orang lain
7)      Memahami diri sendiri
8)      Naturalis
9)      Eksistensi
Teori Garder menuntukkan bahwa guru yang efektif perlu mempertimbangkan gaya belajar yang berbeda dari murid-murid mereka, mengakui bahwa siswa sangat bervariasi dalam hal kekuatan dan kelemahan pada masing-masing daerah. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah merancang pelajaran secara aktif mengatasi berbagai gaya belajar dengan berdasarkan persepsi pemahaman dan kekuatan siswa, kebiasaan memproses informasi, factor motivasi siswa dan factor fisiologis yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar.
Persepsi pemahaman dan kekuatan siswa, Siswa mempunyai kemampuan yang bervariasi, mereka lebih suka menggunakan dan mereka sangat mahir dalam menggunakan. Menariknya, penelitian ini telah menunjukkan bahwa kebanyakan siswa tidak memiliki kekuatan untuk penerimaan auditori, namun pembelajan langsung. Penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik yang lambat cendrung lebih suka tantangan, keterlibatan aktif melibatkan pengalaman.
Kebiasaan memproses informasi, Sebagai guru, anda akan menemukan perbedaan dalam cara siswa atau bagaimana siswa tersebut memproses informasi. Kebiasaan-kebiasaan ini pengelolahan informasi atau gaya pikiran digunakan untuk kelompok peserta didik.
Dalam proses penerimaan informasi ada 4 kategori:
1)      Konkrit dan berkelanjutan ; buku, computer, labor, demostrasi.
2)      Konkrit random: mencoba salah satu dan mencoba lagi, mereka lebih cepat menyimpulkan dengan hasil pengamatannya. Mereka lebih cendrung memilih strategi dengan permainan, simulasi, dengan pemecahan sendiri.
3)      Abstrak berkelanjutan ; pesan berupa symbol, lebih cepat menyerap pesan tersebut.
4)      Abstrak dan random: berdasarkan kapasitasnya dalam menyerap informasi yang disampaikan oleh orang lain, contoh diskusi kelompok, guru menyediakan waktu untuk bertanya jawab pada saat berdiskusi.
Motivasi, motivasi adalah keadaan internal yang mendefenisikan tentang apa yang orang akan lakukan, bukan apa yang mereka lakukan (Keller 1987). Dengan kata lain, factor motivasi mempengaruhi apa yang dilihat oleh sisa, berapa lama membayar perhatian dan berapa banyak usaha mereka berinventasi dalam belajar. Perlu pendekatan yang dapat membantu guru memahami motivasi siswa yaitu, dengan menggunakan model ARCS Keller mode. Keller menggmabrkan empat aspek penting dari motivasi yang dapat diperhatikan guru saat merancang pelajaran:
1)      Perhatian, mengembangkan rencana pembelajaran dibuat sebaik mungkin agar menarik perhatian siswa.
2)      Relevan: pastikan pembelajaran lebih bermakna, seuai dengan kebutuhan dan tujuan siswa.
3)      Percaya diri: disain belajar diharapkan dapat menumbuhkan harapan untuk berhasil dengan usahanya sendiri.
4)      Kepuasan, mengacu kepada aspek yang diterima siswa dalam proses pembelajaran.
Factor fisiologis, factor-faktor yang menyebabkan perubahan gender, kesehatan, dan kondisi lingkungan juga mempengaruhi belajar. Anak laki-laki dan perempuan cendrung berbeda merespon pengalaman yang ia dapatkan disekolah. Misalnnya anak laki-laki cendrung lebih kompetitif dan agresif dibandingkan anak perempuan dan akibatnya merespon lebih baik untuk game yang kompetitif, sedangkan anak perempuan biasanya lebih memilih kegiatan belajar yang lebih melibatkan keterlibatan siswa dalam diskusi dan berbagai ide.
C.    TETAPKAN STANDAR DAN TUJUAN
Tahap kedua dalam model pembelajaran ini adalah menetapkan tujuan nasional dan tujuan mata pelajaran. Tujuan ini menyangkut tentang kemampuan apa yang akan dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
Standar dan tujuan harus sesuai dengan kurikulum dan standar teknologi. Gambaran hasil belajar siswa itu diterbitkan dalam kurikulum sekolah.
Contoh: Standar Kurikulum Nasional
K-4. Content Standar
-          Topic dua           : sejarah kota dan profinsi siswa sendiri
-          Standar # 3A      : siswa mampu memahami sejarah dari orang-orang terkenal
                              yang hidup dan tinggal dikota atau daerahnya.
            Contoh : Standar Teknologi Nasional
                        Standar Teknologi Pendidikan untuk siswa.
Standar 3. Alat-alat produktivitas teknologi
-          Siswa menggunakan alat-alat teknologi untuk belajar meningkatkan produktivitas dan mempromosikan kreativitasnya.
Contoh: tujuan belajar yang disesuaikan dengan standar nasional
-          Memberikan  5 buku cerita yang berbeda yang menggambarkan gaya hidup orang amerika asli bagian barat daya selama lebih kurang 100 tahun yang lalu. Siswa kelas 3 akan bisa membuat 6 lembar powerpoin untuk dipresentasikan pada acara pertemuan orang tua tentang perbandingan atau perbedaan bentuk, rumah, makanan, tradisi dan pekerjaan bagi orang Amerika asli bagian barat daya sekarang dengan waktu 100 tahun yang lalu.
Pentingnya Standard Dan Tujuan:
Dasar untuk menentukan strategi, teknologi dan media.
-          Kenapa harus menetapkan standard dan tujuan belajar itu?
Saat anda menetapkan dengan jelas apa saja yang harus diketahui, pelajari oleh siswa dan mampu untuk menyimpulkan pelajaran tersebut maka seorang guru harus mampu memilih strategi, teknologi, dan media dengan hati-hati.
Contoh: jika siswa diharapkan mengerti konsep ruang tiga dimensi maka siswa mungkin dilibatkan dalam membangun model runag 3 dimensi tersebut. Teknologi dan media lain membantu dalam kegiatan ini dengan bantuan kertas berwarna sederhana, gemetri, perekat untuk membuat model tersebut.
              Dasar untuk melakukan penelitian
-          Alasan lain untuk menetapkan tujuaj dan standar belajar adalah agar guru bisa menilai siswa dengan aturan
-          Jika anda ingin menilai hasil belajar siswa harus jelas ranah penilaian dan standar tes.
Dasar untuk hasil yang diharapkan dari siswa
-          Jika dan tujuan belajar telah ditetapkan dengan jelas maka belajar mengajar merupakan orientasi dari tujuan tersebut.
Penetapan Tujuan Belajar Dengan ABCD
Langah-langkah menetapkan tujuan dengan baik prosesnya dimulai dengan menetapkan sasaran belajarnya.
A (Audience)  :  Siswa, karena focus dari tujuan mata pelajaran adalah apa  pengetahuan yang akan siswa dapat setelah mengikuti proses  pembelajaran, bukan apa yang guru dapatkan setelah mempelajari siswa.
B (Behavior)   :  Prilaku, menggambarkan kemampuan peserta didik yang baru setelah
                          mengikuti proses pembelajaran. Prilaku ini termasuk mendefenisikan,
                          mengelompokkan, menunjukkan dan semua prilaku ini dapat di amati
                           dan di ukur. Upaya untuk membentuk prilaku dan kinerja siswa yang
                            mencerminkan pemahaman dan kemampuan yang mendalam di dunia
                            nyata.
C (Conditions) : Kondisi, sebuah pertanyaan tujuan pembelajaran harus mencakup kondisi dimana kinerja yang akan dinilai
D (Degree)  : Derajat, persyaratan terakir tujuan adalah bahwa hal ini menunjukkanstandar atau criteria dimana kinerja yang dapat diterima akan dinilai. Tingkat keakuratan dan kemahiran yang akan diperloleh oleh siswa.

MEMERIKSA TUJUAN DENGAN ISTILAH ABCD
Memeriksa tujuan belajar harus merujuk ke ABCD. Kita harus memperhatikan kepentingan yang dicapai atau relevansi tujuan yang hendak dicapai, kadangkala tidak harus menggunakan ABCD kesemuanya.
·            Audience : tunjukkan tujuan khusus yang ditetapkan dengan tepat yang hendak dicapai
                   oleh siswa.
·            Behavior : gambarkan kemampuan yang diharapkan dari siswa berdasarkan
                          pembelajaran
(1)   Ditetapkan sebagai kegiatan siswa.
(2)   Ditetapkan sebagai pengamatan prilaku
(3)   Gambarkan keahlian atau kemampuan dalam dunia
·            Condition : kondisi bisa dalam bentuk materi dan atau lingkungan. Jelaskan kondisi yang digunakan pada saat PBM.
(1)   Peralatan, perlengkapan dan alat pendukung yang digunakan atau tidak digunakan.
(2)   Kondisi lingkungan khusus untuk siswa dapat belajar.
·            Degree : tingkatan (criteria). Tentukan dimana bisa diaplikasikan standar penerimaan kegiatan tsb:
(1)   Batas waktu
(2)   Ketetapan jarak
(3)   Proporsi respon yang tepat
(4)   Standar kualitatifnya.
      TUJUAN BELAJAR DAN PERBEDAAN INDIVIDU
              Tujuan belajar tidak dimaksudkan membatasi apa yang harus dilakukan oleh siswa tetapi  dimaksudkan membatasi pencapaian minimum oleh siswa, karena setiap siswa itu memiliki karakteristik yang berbeda sehingga guru perlu menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi.

D.    PILIH STRATEGI, TEKNOLOGI, MEDIA DAN BAHAN AJAR
1.      PILIH STRATEGI
Saat identifikasi strategi belajar guru akan membutuhkan dua tipe strategi : strategi  yang digunakan apakah teacher-centered strategies atau student-centered strategies.
Teacher center ; aktivitas mengajar ( melihatkan konsep dengan video atau membacakan cerita, mendemonstrasikan bagaimana menggabungkan kata kerja).
Student center : melibatkan siswa bagaimana siswa itu aktif. Contoh diskusi tentang pro dan kontra sebuah topic, melakukan pencarian dengan menggunakan media internet, mengambil sebuah photo tentang suatu proses atau membaca artikel suatu media.
Pertimbangan yang harus diperhatikan dalam memilih strategi pembelajaran adalah membantu pencapaian tujuan dan standar pembelajaran. Selain itu tetapkan, pertahankan gaya belajar dan motivasi siswa agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Pertimbangkan juga ARCT ; atensi siswa, relevansi, compiden (percaya diri) dan kepuasan.dalam hal yang mereka pelajari.
2.      PILIH TEKNOLOGI DAN MEDIA
Menurut beberapa ahli memilih teknologi dan media yang tepat merupakan tugas yang sulit misalnya media video tidak tepat menggunakan OHP.
Dalam pemilihan rubric  seharusnya mengikuti prosedur yang sistematik untuk menilai apakah  teknologi atau media tertentu baik atau bermutu. Kriterianya adalah :
(1)   Sesuai dengan standar hasil dan tujuan
(2)   Inpormasi terakurat dan terkini
(3)   Bahasanya sesuai dengan umur
(4)   Memiliki tingkat ketarikan atau minat
(5)   Secara teknis kualitas
(6)   Mudah digunakan baik untuk guru dan siswa
(7)   Jelas dan dapat dipahami
(8)   Ada petunjuk penggunaannya


3.      MEMILIH DAN MEMODIFIKASI DESAIN MATERI
 Ada 3 pilihan dalam tahapan ini:
(1)   Memilih materi yang sudah ada
(2)   Memodifikasi materi yang sudah ada
(3)   Mendesain materi yang baru
a)      Memilih materi yang sudah ada
Sebagian besar guru membuat bahan ajar dari materi yang sudah ada di rak, yang sudah dibuat sekolah atau sumber lain yang mudah diakses seperti internet, selain mudah diapat biayanya juga murah. Yang jadi perhatian adalah bagaimana guru menyesuaikan dengan kebutuhan siswa simasa mendatang.
-          Melibatkan spesialis media teknologi
-          Melibatkan guru lainnya
-          Survey berbagai sumber dan panduan referensi media
b)      Memodifikasi materi yang sudah ada
Ketika Anda berusaha untuk memenuhi beragam kebutuhan siswa Anda, Anda akan menemukan bahwa "off-the-rak" bahan sering membutuhkan modifikasi untuk lebih dekat menyelaraskan dengan tujuan belajar Anda. Teknologi menyediakan beberapa pilihan untuk modifiing bahan yang ada.
c). Merancang Bahan Baru
Ketika bahan siap tidak tersedia, atau materi yang ada tidak dapat dimodifikasi dengan mudah, Anda perlu merancang materi pelajaran Anda sendiri. Hal ini dapat berkisar dari tangan mencetak chart untuk menggunakan komputer Anda untuk membuat handout kata diproses, presentasi PowerPoint.
E.     MEMANFKAN TEKNOLOGI, MEDIA, DAN MATERI
Langkah ini melibatkan peranan guru dalam rangka memanfaatkan teknologi, media dan materi yang ada. Guru dapat melakukannya denga mengikuti “5 Ps” :
-          Preview, Melihat teknologi, media, dan bahan yang sesuai dengan peserta didik dan tujuan mata pelajaran 
-          Prepare, Mempersiapkan teknologi, media dan bahan yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran
-          Prepare, Menyiapkan lingkungan
Di mana pun belajar adalah untuk mengambil tempat di kelas, di laboratorium, di media center fasilitas harus diatur untuk penggunaan efektif dari teknologi, media, dan bahan. Beberapa media memerlukan ruangan gelap, sumber daya yang nyaman, dan akses ke lampu. Anda harus memeriksa bahwa peralatan tersebut dalam rangka kerja. Mengatur fasilitas sehingga semua siswa dapat melihat dan mendengar dengan baik. Aturlah tempat duduk sehingga mahasiswa dapat melihat dan mendengar satu sama lain jika anda ingin mereka untuk mendiskusikan topik.
-          Prepare, Menyiapkan peserta didik
Penelitian pembelajaran kepada kita dengan sangat jelas bahwa apa yang dipelajari dari suatu aktivitas yang sangat tergantung pada bagaimana peserta didik dipersiapkan untuk pelajaran. Menyiapkan peserta didik adalah sama pentingnya saat Anda memberikan pengalaman belajarSimakBaca secara fonetik
-          Provide, Memberikan pengalaman belajar
Sekarang anda siap memberikan pengalaman belajar yang terpusat pada guru atau yang terpusat pada siswa.

F.     MERANGSANG PARTISIPASI SISWA
Seperti yang diprediksi oleh Bloom, Engelhart, Furst, Hill, dan Krathwohl (1956) lebih dari 50 tahun yang lalu, ekonomi global saat ini akan membutuhkan siswa untuk memiliki pengalaman dan praktek penerapan, analisis, sintesa, dan evaluasi bukan hanya mengetahui dan memahami informasi. Ini mengikuti dengan pandangan konstruktivis bahwa belajar adalah sebuah proses mental yang aktif dibangun atas dasar pengalaman otentik yang relevan untuk para siswa menerima umpan balik informatif, respon yang memungkinkan mereka tahu sejauh mana mereka dapat mencapai tujuan dan bagaimana untuk meningkatkan kinerja mereka. Para NETS bagi siswa (NETS-S) mendukung tingkat mahasiswa ¬ topik tertentu melalui penggunaan berbagai teknologi dan media (ISTE, 2000).

Menggunakan keterampilan persentase dala kelas :
1.      Perencanaan
-          Analisis peserta didik
-          Menentukan tujuan pembelajaran
-          Menentukan manfaat dan rasional
-          Mengidentifikasi poin-poin kunci
-          Mengidentifikasi sub-sub pokok bahasan
-          Mengatur persentase dalam urutan yang logis
2.      Berlatih
-          Gunakan kata-kata kunci
-          Siapkan metal untuk menjawab setiap pertanyaan secara berurutan
-          Lakukan latihan didepan kaca
-          Prektek menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa
-          Minta teman untuk mendengarkan latihan kita dan memebrikan umpan balik
3.      Pengaturan
-          Periksa peralatan sebelum persentase, lakukan pengaturan pada alat-alat yang digunakan agar pada saat melakukan persentae semua beroperasi dengan benar.
-          Untuk proyeksi komputer atau video, tempat layar depan dan pusat
4.      Menyajikan
-          Hilangkan kegelisahan dengan persiapan matang, gunakan gerakan tubuh agar tidak cemas
-          Bernapas perlahan dan mendalam
-          Gunakan bahasa tubuh yang alami, tidak berlebihan dan jangan melakukan hal-hal yang dapat menghilangkan perhatian siswa
-          Menggunakan suara yang jelas dan lantang sehingga dapat didengar oleh seluruh siswa, gunakan jeda di setiap point atau topik
-          Menjaga kontak mata dengan peserta didik, hindari melihat hal-hal yang dapat menghilangkan perhatian siswa.



1).    PRAKTEK
Tujuan untuk pelajaran Anda secara eksplisit menyatakan apa yang diharapkan siswa Anda lakukan setelah instruksi. Dengan demikian, penting untuk meminta partisipasi siswa melalui praktek langsung dengan pengetahuan dan keterampilan baru. kami dari enam NETS-S diterapkan secara langsung ketika merencanakan kegiatan-kegiatan siswa partisipasi. Standar ini melibatkan siswa menggunakan berbagai alat teknologi untuk produksi-tivity, komunikasi, penelitian, dan pemecahan masalah / pengambilan keputusan.
Teknologi sebagai Alat produktivitas. Salah satu cara yang paling umum menggunakan teknologi dan media sebagai alat yang membutuhkan partisipasi pelajar adalah melalui :
Penggunaan alat-alat produktivitas. Hal ini karena penggunaan alat-alat ini "meningkatkan pembelajaran, meningkatkan produktivitas, dan promotes'creativity" (NETS-S # 3) (ISTE, 2000). Misalnya, ketika siswa usia dini busur belajar kosakata, makna dari kata-kata dapat ditingkatkan jika siswa menggunakan KidPi. ® untuk menemukan gambar yang mewakili kata baru dan diminta untuk c), whythey dataran memilih gambar. Arti dari kata baru diperkuat sebagai mahasiswa memeriksa setiap gambar yang potensial. Contoh lain melibatkan siswa sekolah menengah membuat presentasi PowerPoint yang menggambarkan tren dalam musik rakyat Amerika selama 100 tahun terakhir. Kegiatan ini akan memerlukan meringkas ide kunci dari dokumen sejarah, memilih foto terbaik dan klip suara, dan urutan isi dengan cara yang berarti. Pada tingkat sekolah menengah, studi sosial siswa dapat menggunakan spreadsheet untuk memeriksa kecenderungan populasi dari negara sendiri dan membuat prediksi pertumbuhan untuk 50 tahun ke depan.
Teknologi sebagai Alat Komunikasi. menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan "telekomunikasi untuk berkolaborasi, menerbitkan, dan berinteraksi dengan teman sebaya, ahli, dan penonton lain" (NETS-S # 4) (ISTE, 2000) - Misalnya, ketika menggunakan gambar diproyeksikan masih mahasiswa tinggal di Alaska, Anda dapat melibatkan para siswa dalam sebuah diskusi yang hidup dengan meminta mereka untuk membandingkan situasi saat ini mereka dengan siswa dalam foto Para siswa kemudian bisa tukar c-mail dengan siswa Alaska untuk mendapatkan pengetahuan secara langsung kehidupan di Alaska. Jika hasilnya adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang hak mereka dan reonsibility untuk mengekspresikan pendapat, kelompok mahasiswa bisa itu, dan menyampaikan pendapat mereka ke secn opini publik dari sebuah website berita lokal.
Teknologi sebagai Alat Penelitian. Penelitian telah menunjukkan, di Internet adalah komputer yang paling sering digunakan (Fox, 2005). Siswa memiliki akses cepat ke sumber daya hampir tak terbatas. Oleh karena itu, mereka dapat dengan mudah "menemukan, mengevaluasi, dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber" (NETS-S # 5) (ISTE, 2000). Sebagai seorang guru, maka akan sangat penting bagi Anda untuk merencanakan kegiatan yang secara aktif melibatkan siswa dalam memproses informasi dan hasil pelaporan yang berarti bagi tugas yang diberikan. Mahasiswa penelitian harus diperluas juga untuk memasukkan inforiation dari buku, majalah, dan orang-orang. Penggunaan berbagai sumber daya yang lebih baik akan memastikan bahwa siswa tidak hanya memotong dan menyisipkan informasi berbasis web ke dalam pekerjaan mereka.
Teknologi sebagai pemecahan masalah dan alat pengambilan keputusan. The NETS-S merekomendasikan, "Siswa menggunakan sumber daya teknologi untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan" (NETS-S # 6) (ISTE, 2000). Tidak pernah sebelumnya mahasiswa memiliki akses untuk jumlah besar seperti data dan Siswa informasi dari segala usia kini dapat lebih dekat memeriksa informasi melalui perangkat seperti spreadsheet, database, probe ilmu pengetahuan elektronik dan mikroskop, dan audio digital dan perangkat video.
Cara lain untuk melibatkan para siswa dalam pemecahan masalah adalah melalui penggunaan permainan komputer dan simulasi. Berbagai permainan menggunakan persaingan, intrik, dan rasa ingin tahu sebagai cara membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan konten. Sebuah contoh yang sangat baik adalah Math Blaste software pemenang penghargaan yang melibatkan para siswa dalam permainan tindakan cepat untuk belajar matematika konten berbasis standar.
Menggunakan Perangkat Lunak Pendidikan untuk Praktek. Selain kegiatan NETS-S, perangkat lunak pendidikan adalah cara yang sangat baik dari melibatkan siswa dengan beragam kemampuan dalam kegiatan belajar individual difokuskan untuk menangkal pengetahuan dasar dan keterampilan. Kebanyakan program perangkat lunak pendidikan yang memungkinkan siswa untuk maju ke kegiatan yang lebih menantang dengan melompati orang-orang yang mencakup kemampuan siswa sudah menguasai. Program juga memungkinkan siswa yang memiliki kemampuan lebih rendah dari rata-rata bergerak dengan langkah mereka sendiri sambil memberikan umpan balik langsung dan remediasi.
Menggunakan media lainnya untuk Praktek. Format media lain juga mungkin untuk partisipasi siswa aktif. Diskusi, kuis singkat, dan latihan aplikasi dapat memberikan kesempatan untuk praktek dan umpan balik selama instruksi. Tindak lanjuti kegiatan dapat memberikan peluang lebih lanjut untuk keterlibatan siswa aktif. Guru panduan dan manual ditulis untuk menemani bahan ajar sering menyarankan teknik dan kegiatan untuk memunculkan dan memperkuat respon siswa. Namun, banyak sumber daya ini tidak mengintegrasikan penggunaan media ind teknologi. Karena itu, Anda akan perlu menggunakan komponen yang berlaku pada model ASSURE untuk menambah mahasiswa menggunakan alat ini.
2).    Umpan Balik
Dalam semua kasus, pelajar harus menerima umpan balik tentang kebenaran respon mereka. Umpan balik dapat berasal dari guru, atau siswa dapat bekerja dalam kelompok kecil dan memberikan satu umpan balik lain. Komentar juga bisa dicapai melalui kegiatan pemeriksaan diri atau mungkin berasal dari komputer atau mentor. Terlepas dari sumber, hal penting adalah bahwa para siswa menerima umpan balik yang bermanfaat.

G.    EVALUASI DAN PERBAIKAN
Komponen terakhir dari model ASSURE  ini adalah Evaluasi dan Revisi. Evaluasi dan revisi sangat penting untuk pengembangan kualitas pembelajaran, namun  komponen ini sering diabaikan dalam mendisain pelajaran. Kita akan membahas dua tujuan:
- Menilai prestasi pelajar
-  Mengevaluasi dan merevisi strategi, teknologi, dan media.
1.      Menilai prestasi siswa
Sekarang anda perlu mengembangkan tugas-tugas penilaian yang mengharuskan siswa untuk menunjukkan perilaku yang tercantum dalam tujuan. Metode penilaian prestasi tergantung pada sifat tujuan, ada beberapa tujuan pembelajaran yang hanya menuntut keterampilan koknitif yang secara sederhana. Untuk melakukan penilaian guru bisa menggunakan ujian tertulis konvensional. Tujuan lain mungkin panggilan untuk perilaku tipe proses (misalnya, diagram kalimat, memecahkan persamaan kuadrat, atau mengelompokkan hewan), penciptaan produk (misalnya, patung, suatu komposisi tertulis, presentasi PowerPoint, atau portofolio), atau menunjukkan sikap (misalnya, memilih untuk membaca selama kegiatan bebas-waktu, menempatkan kertas yang digunakan dalam recycle bin, atau makan makanan kecil yang sehat). Tujuan-tujuan pembelajaran memerlukan penilaian lebih komprehensif otentik, seperti evaluasi berbasis kinerja yang mengharuskan siswa untuk menunjukkan belajar mereka dalam konteks alam.
PENILAIAN OTENTIK, Penilaian otentik dapat digunakan untuk menilai kinerja tunggal atau produk unit, portofolio penggolongan kinerja, skala sikap, daftar produk-rating, dan rubrik.
Meskipun sikap yang diakui sulit untuk dinilai, suatu teknik yang bisa digunakan untuk membuat sikap lebih terlihat adalah skala sikap dengan membuat Lima titik skala (Sangat Setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju dan Sangat Tidak Setuju) menawarkan lebih banyak kesempatan untuk menangkap berbagai sikap.  Skala rating biasanya antara 3 sampai 6 tingkat dan Skala dapat diberi nama atau nomor.
PENILAIAN PORTOFOLIO, Jika rencana penilaian Anda melibatkan individu menentukan kinerja keseluruhan setiap siswa, Anda dapat menggunakan penilaian portofolio tradisional atau elektronik untuk mencapai tujuan Anda. Portofolio menilai kemampuan siswa untuk menciptakan produk nyata yang memberikan contoh prestasi mereka dalam hal analisis, sintesis, dan evaluasi. Komponen kunci dari portofolio adalah bahwa mereka membutuhkan refleksi diri siswa belajar mereka sendiri seperti yang ditunjukkan dalam produk portofolio. Jenis-jenis artefak yang mungkin berisi portofolio adalah sebagai berikut:
-          Ditulis dokumen seperti puisi, cerita, atau makalah penelitian
-          Audio rekaman debat, diskusi panel, atau presentasi lisan
-          Video rekaman sandiwara, percobaan laboratorium, atau model 3-D
-          Komputer multimedia prqjects seperti jadwal animasi, podcast, atau WebQuests.
Portofolio tradisional vs Portofolio Elektronik. Protofolio trasisonal berisikan koleksi fisik pekerjaan atau tugas-tugas siswa yang terdiri dari salinan kertas kerja siswa, foto, kaset video dan model 3D, kumpulan-kumpulan tugas ini disimpan di dalam binder atau bahkan didalam sebuah kotak. Yang menjadi permasalahan adalah menyimpan dan mengelola tugas-tugas tersebut.. Sedangkan portofolio elektronik  berisikan koleksi digital pekerjaan siswa, E- portofolio ini akan menyimpan semua karya siswa sebagai file digital, setiap produk yang dihasilkan melalui komputer dapat langsung di tambahkan ke dalam portofolio. Pekerjaan siswa yang dibuat dengan menggunakan kertas seperti gambar, puisi tulisan tangan, cerita bergambar dan lain sebagainya dapat pula ditambahkan ke dalam E-Portofolio dengan cara di scaner. Elektronik portofolio dapat dibuat dengan perangkat lunak khusus, sebuah situs online, atau program dasar seperti PowerPoint. Kekurangan portofolio elektronik ini ialah membutuhkan waktu yang cukup banyak, karna guru maupun siswa perlu belajar untuk dapat menggunakannya.
2.      Evaluasi dan Revisi Strategi, Teknologi dan Media
Evaluasi juga meliputi penilaian terhadap strategi, teknologi, dan media. Apakah strategi pembelajaran yang efektif? Mungkinkah mereka diperbaiki? Apakah teknologi, dan media membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar? Apakah mereka efektif dalam membangkitkan minat siswa? Apakah mereka mendukung partisipasi siswa yang berarti? Sebuah komponen kunci untuk evaluasi dan revisi pelajaran adalah masukan pelajar. Anda dapat meminta masukan pelajar pada efektifitas media tertentu, seperti CD-ROM atau kaset video, atau pada seluruh pelajaran.
Anda juga dapat memperoleh umpan balik mahasiswa mengenai strategi pembelajaran Anda dan penggunaan teknologi dan media melalui diskusi dan wawancara. Sebagai contoh, Anda dapat belajar bahwa siswa lebih suka studi independen untuk berwisata pilihan presentasi kelompok. Atau mungkin siswa tidak menyukai pilihan Anda transparansi overhead dan merasa mereka akan belajar lebih banyak dari rekaman video. Siswa Anda mungkin juga memberitahu Anda tahu, halus atau tidak begitu halus, bahwa kinerja Anda sendiri meninggalkan sesuatu yang diinginkan.
EVALUASI GURU, evaluasi guru juga merupakan komponen penting disamping komponen pembelajaran lainnya. Ada empat tipe dasar evaluasi guru : guru itu sendiri, siswa, rekan dan administator. Untuk evaluasi diri guru bisa membuat rekaman kaset atau video proses pembelajarannya, kemudian lihat video tersebut dikemudiah harinya sehingga nampak dimana letak kekurangnya. Evaluasi melalui siswa dapat dilakukan dengan meminta siswa memberikan umpan balik mengenai cara guru tersebut melakukan pengajaran. Evaluasi rekan bisa dilakukan dengan meminta teman sejawat untuk mengikuti proses pembelajaran dengan duduk dibelakang kemudian minta teman tersebut memberikan penilaian dikertas kosong atau dilembar yang telah disediakan. Di sebagian besar sekolah, administrator kunjungan guru pada urutan dijadwalkan, sering setiap tahun atau setiap semester. Anda dapat meminta administrator untuk mengunjungi lebih sering secara "tidak resmi". Banyak sekolah memiliki bentuk standar yang digunakan administrator untuk mengamati guru dan untuk memberikan umpan balik kepada mereka. Anda juga dapat menginformasikan administrator karakteristik lain yang anda sukai baginya untuk mengamati.
Perbaikan Strategi, Teknologi dan Media.
Langkah terkhir dalam siklus pembelajaran adalah duduk kembali dan renungkan penilaian guru dan data penilaian. Dimana terdapat perbedaan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi, maka munculah beberapa pertanyaan diantaranya : apakah prestasi siswa sudah mencapai tujuan pembelajaran?, Bagaimana siswa berinteraksi dengan strategi, teknologi dan media? Apakah siguru puas dengan nilai dan bahan yang telah dipilih?. Setelah guru merenungkan setiap pertanyaan diatas dan telah menemukan kelemahan-kelemahan dari masing-masingnya, maka segeralah lakukan perbaikan secara terus menerus untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
















KESIMPULAN
Chapter ini memperkenalkan Anda dengan model ASSURE dan menunjukkan beberapa penting yang dapat digunakan untuk merencanakan pelajaran yang efektif dengan menggunakan teknologi dan media untuk mendukung dan meningkatkan belajar siswa. Model ini menggabungkan bagian yang paling penting dari perencanaan pembelajaran dengan mengatasi pertanyaan-pertanyaan berikut:
-          Siapa audiens Anda?
-          Apa tujuan pembelajaran yang akan Anda gunakan untuk memenuhi standar?
-          Strategi, teknologi, media, dan bahan-bahan apa yang akan digunakan oleh peserta didik?
-          Bagaimana Anda dan peserta didik membuat dan menggunakan  bahan sebaik mungkin?
-          Bagaimana Anda akan mendapatkan peserta didik terlibat aktif dalam
belajar?
-          Bagaimana anda mengevaluasi peserta didik baik diri sendiri  maupun proses pembelajaran yang dilaksanakan?
-          Apa yang harus Anda merevisi jika Anda menerapkan pelajaran
lagi?

DAFTAR BACAAN
Smaldino, Sharon E Dkk, 2007: Ninth Edition Instructional Technology And Media For Learning :Columbus,Ohio:Upper Saddle River, New Jersey.





PEMBAHASAN

A.     Analisis Siswa
Pada SMPN 2 Sijunjung  rata-rata muridnya berekonomi lemah. Karena rata-rata orang tuanya hanya sebagai petani. Jumlah siswa kelas IX sebanyak 112 orang, rata-rata setiap lokal ada sekitar 30 orang siswa. Jumlah siswa perempuan lebih banyak dibandingkan dengan siswa laki-laki. Murid kelas IX ini berumur sekitar 12-14 tahun.
Pembelajaran TIK merupakan pembelajaran yang sangat digemari oleh siswa, karena keterbatasan sarana dan prasarana siswa hanya bisa mendengarkan dan kurang dalam melakukan praktek pembelajaraan.
Siiswa kelas IX ini hampir 90% belum pernah menggunakan komputer secara langsung dan hanya mendengarkan namanya saja. Mereka sangat awam dengan beberapa istilah yang ada hubungannya dengan komputer. Situs jejaring sosial seperti facebook yang selama ini booming dikalangan anak-anak sekolah belum pernah mereka ketahui. Mereka hanya tahu dari televisi maupun mendengarkan dari orang yang kebetulan mereka jumpai sedang membahas hal tersebut.
Rasa keingin tahuan siswa sangat tinggi, sehingga tak jarang dalam kegiatan belajar siswa banyak bertanya. Tidak hanya berhubungan dengan pelajaran tetapi juga berhubungan dengan pengalaman mereka dengan komputer terutama internet.
Ada 9 aspek dalam gaya belajar yang akan dikembangkan dalam kegiatan belajar ini terutama mengenai multi intelegensi, antara lain:
(1)   Bahasa (verbal, ilmu bahasa )
(2)   Matematika (ilmu pasti, kuantitatif)
(3)   Visual
(4)   Music/ritme
(5)   Kinetis (gerak tubuh)
(6)   Memahami orang lain
(7)   Memahami  diri sendiri
(8)   Naturalis
(9)   Eksistensi (pengaktualisasi diri)





B.     Tujuan
Tujuan pembelajaran ditulis berdasarkan kemampuan awal siswa. Rata-rata kemampuan awal anak-anak disini masih sangat minim sehingga tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan pengetahuan anak bukan berdasarkan kemampuan anak.
C.     Memilih metode media dan materi
Setelah mengetahui karakter pemelajar dan tujuan pembelajaran. Maka tahap selanjutnya ialah membuat jembatan untuk menghubungkan keduanya. Jembatan tersebut ialah metode, media dan bahan pembelajaran. Ada tiga option dalam memilih bahan pembelajara, yaitu:
a. Memilih bahan pembelajaran yang sesuai
b. Memodifikasi bahan pembelajaran yang ada
c. Merancang bahan pembelajaran baru
media yang digunakan adfalah media yang hanya tersedia disekolah, diantaranya computer, OHP dan buku teks pembelajaran
D.     Pengguaan
Setelah memodifikasi atau mendesain bahan pembelajaran tahap selanjutnya ialah membuat perencanaan penggunaan bahan pembelajaran tersebut dalam mengimplementasikan metode yang digunakan. Penggunaan lebih banyak dilakukan oleh guru karena kurangnya pengalaman siswa dalam menggunakan media yang ada. Sebelum siswa menggunakan media yang ada terlebih dahulu guru harus memperkenalkannya kepada siswa.
E.     Partisipasi pebelajar
Untuk lebih efektif dalam penggunaan bahan pembelajaran dapat dilakukan dengan melibatkan pemelajar. Karean siswa disini terlihat sangat aktif karena keingin tahuannya maka untuk meningkatkan minat belajarnya selian dilakukan kegiatan praktikum juga dilakukan kegiatan diskusi dan debat. Hal ini dapat memcu siswa agar lebih kreartif dalam belajar
F.      Evaluasi
Setelah pembelajaran, penting untuk dilakukan evaluasi tentang dampak dan efektivitas penggunaan media dan bahan pembelajaran. Evaluasi yang dilakukan berupa tes formatif dan sumatif yanfg berbentu uraian dan essai. Untuk ujian praktek belum memungkinkan ilakukan karena kekurangan alat praktikum dan keterbatasan anak dalam mengembanghkan pelajaran karena baru pertama kali mengikuti.




DESAIN PENGEMBANGAN RPP DENGAN METODE ASSURE

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah                      :  SMPN 2 Sijunjung
Mata Pelajaran           :  Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kelas / Semester         :  IX / 1
Alokasi Waktu           :  8 jam pelajaran (4 x pertemuan)

Standar Kompetensi     : Memahami dasar-dasar penggunaan Internet/intranet

Analyze Learner

Peserta :
-       Murid kelas IX Semester 1 SMPN 1 Sijunjung

Prasyarat :
-       Siswa sudah mengenal internet secara dasar
-       Siswa telah menyelesaikan mata pelajaran sebelumnya

Gaya Belajar : menggunakan metode diskusi, Tanya jawab dan pemberian tugas dalam kegiatan belajarnya. Kegiatan belajarnya belum banyak prakteknya.

Kondisi sosial budaya (kalau perlu) : didominasi oleh budaya local.

State Objectives

Kompetensi Dasar : 1.1 Menjelaskan pengertian dasar Internet/intranet
Indikator
1.    Menjelaskan pengertian Internet
2.    Menyebutkan berbagai aplikasi di Internet
3.    Menyebutkan contoh-contoh pemanfaat Internet dalam kehidupan sehari-hari
4.    Menyebutkan keuntungan penggunaan internet dari contoh-contoh penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari.


Select Methods, Media and Materials

(1) model dan metode pembelajaran
a.       Model Pembelajaran    : Pembelajaran Langsung (D.J.)
                                            Pembelajaran Kooperatif (C.L.)
b.      Metode                                    : Diskusi Kelompok
                                            Debat
(2).  Media
·         LCD, Komputer, OHP (cadangan), White board (untuk menulis hasil tanyajawab)
(3).  Bahan Ajar
-   Bahan ajar yang disediakan guru
-   Buku paket untuk belajar siswa


Utilize Media and Materials

(1).  Preview the Materials.
Guru mempersiapkan materi ajar dan mengecek kembali file presentase yang akan diajarkan sesuai dengan urutan serta yakin bahan-bahan tayangan telah lengkap

(2).  Prepare the Materials.
- mempersiapkan materi berupa handout, file presentasi
- mempersiapkan spidol
- mengecek ulang dan siapkan kertas transparan

(3).  Prepare Environment.
          Mengecek seluruh peralatan (Komputer, LCD, OHP, Spidol, dll.) yang ada di kelas sebelum memulai KBM, sesuai dengan kebutuhan selama KBM
          Memberitahukan kepada petugas piket tentang adanya diskusi kelompok dan mendiskusikan penataan ruangnya.

(4).  Prepare the Learners.
          Memberikan rasa nyaman pada peserta dengan pertanyaan ringan sebagai alat untuk memfokuskan perhatian peserta
          Membuat pencairan suasana agar siswa lebih senang berada didalam lokal
          Menjelaskan tujuan pembelajaran, memberikan handout, jelaskan   agenda pembelajaran selama KBM
          Membuat kesepakatan, pembagian waktu dan Proses pembelajaran

(5).  Provide Learning Experience
-       Sessi awal perkenalan
-       presentasikan konsep-konsep
-       ada kesempatan diskusi, sharing
-       pengambilan keputusan yang dilakukan oleh siswa dibawah bimbingan guru

Require Learner Participation 
Peserta belajar, diajak berpartisipasi dengan
-       Menjawab pertanyaan,
-       berpartisipasi
-       Diajak Menjawab pertanyaan agar melibatkan seluruh peserta dalam pembelajaran
-       komunikasi 2 arah
-       umpan balik

a.       Instruktur/fasilitator
-       libatkan peserta dalam pembelajaran
-       lakukan komunikasi 2 arah
-       lakukan upaya umpan bali

Evaluate and Revise
(1).  Penilaian Belajar
       Bentuk :
a.       tes obyektif (atau bentuk lain)
b.      Essay studi kasus
c.       menyimpulkan materi pelajaran
(2).  Bahan Ajar berupa hand out dari guru
     - Meminta kepada peserta untuk memberikan tanggapan tertulis tentang bahan ajar yang telah diberikan disebuah kertas yang telah disediakan, tanpa menampilkan nama peserta.

(3).  Penilaian program /KBM
       -   Menanyakan kembali kepada peserta apakah masih ada materi yang belum dipahami.




























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah                      :  SMPN 2 Sijunjung
Mata Pelajaran           :  Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kelas / Semester         :  IX / 1
Alokasi Waktu           :  8 jam pelajaran (4 x pertemuan)

Standar Kompetensi     : Memahami dasar-dasar penggunaan Internet/intranet

Analyze Learner

Peserta :
-       Murid kelas IX Semester 1 SMPN 1 Sijunjung

Prasyarat :
-       Siswa sudah mengenal internet secara dasar
-       Siswa telah menyelesaikan mata pelajaran sebelumnya

Gaya Belajar : menggunakan metode diskusi, Tanya jawab dan pemberian tugas dalam kegiatan belajarnya. Kegiatan belajarnya belum banyak prakteknya.

Kondisi sosial budaya (kalau perlu) : didominasi oleh budaya local yaitu budaya pesisir selatan.

State Objectives

Kompetensi Dasar  : 1.2 Memahami dasar-dasar sistem jaringan di Internet/intranet
1.3 Mengenal ukuran kecepatan akses           Internet
Indikator             :              
1)      Menjelaskan pengertian jaringan
2)      Menyebutkan jenis-jenis jaringan dan pengertiannya
3)      Menyebutkan peralatan-peralatan dalam sebuah jaringan
4)      Menjelaskan pengertian komunikasi data
5)      Menyebutkan berbagai jenis ancaman terhadap kemanan data
6)      Menyebutkan berbagai tindakan yang dilakukan untuk menghindari pencurian data

Tujuan Pembelajaran
  1. Mengerti dan memahami jaringan komputer dan manfaatnya
  2. Mengenal berbagai jaringan komputer.
  3. Mengenal berbagai perangkat jaringan komputer
  4. Mengerti dan memahami komunikasi data
  5. Mengerti dan memahami proses komunikasi data di antara dua komputer dalam jaringan.
  6. Mengerti satuan pengukuran kecepatan pengiriman data.
  7. Mengenal aspek kemanan dalam komunikasi data

Select Methods, Media and Materials

(1) model dan metode pembelajaran
c.       Model Pembelajaran    : Pembelajaran Langsung (D.J.)
                                            Pembelajaran Kooperatif (C.L.)
d.      Metode                                    : Diskusi Kelompok
                                            Debat
(2).  Media
·         LCD, Komputer, OHP (cadangan), White board (untuk menulis hasil tanyajawab)
(3).  Bahan Ajar
-   Bahan ajar yang disediakan guru
-   Buku paket untuk belajar siswa

Utilize Media and Materials

(1).  Preview the Materials.
Guru mempersiapkan materi ajar dan mengecek kembali file presentase yang akan diajarkan sesuai dengan urutan serta yakin bahan-bahan tayangan telah lengkap

(2).  Prepare the Materials.
- mempersiapkan materi berupa handout, file presentasi
- mempersiapkan spidol
- mengecek ulang dan siapkan kertas transparan

(3).  Prepare Environment.
          Mengecek seluruh peralatan (Komputer, LCD, OHP, Spidol, dll.) yang ada di kelas sebelum memulai KBM, sesuai dengan kebutuhan selama KBM
          Memberitahukan kepada petugas piket tentang adanya diskusi kelompok dan mendiskusikan penataan ruangnya.

(4).  Prepare the Learners.
          Memberikan rasa nyaman pada peserta dengan pertanyaan ringan sebagai alat untuk memfokuskan perhatian peserta
          Membuat pencairan suasana agar siswa lebih senang berada didalam lokal
          Menjelaskan tujuan pembelajaran, memberikan handout, jelaskan   agenda pembelajaran selama KBM
          Membuat kesepakatan, pembagian waktu dan Proses pembelajaran

(5).  Provide Learning Experience
-       Sessi awal perkenalan
-       presentasikan konsep-konsep
-       ada kesempatan diskusi, sharing
-       pengambilan keputusan yang dilakukan oleh siswa dibawah bimbingan guru



Require Learner Participation                
b.      Peserta belajar, diajak berpartisipasi dengan
-       Menjawab pertanyaan,
-       berpartisipasi
-       Diajak Menjawab pertanyaan agar melibatkan seluruh peserta dalam pembelajaran
-       komunikasi 2 arah
-       umpan balik

c.       Instruktur/fasilitator
-       libatkan peserta dalam pembelajaran
-       lakukan komunikasi 2 arah
-       lakukan upaya umpan bali


Evaluate and Revise
(1).  Penilaian Belajar
  1. Teknik penilaian
a.       Tes tertulis
b.      Pengamatan kinerja
  1. Bentuk instrumen
a.       PG dan isian singkat
b.      Daftar penilaian saat diskusi dan debat
 (2).  Bahan Ajar berupa hand out dari guru
Meminta kepada peserta untuk memberikan tanggapan tertulis tentang bahan ajar yang telah diberikan disebuah kertas yang telah disediakan, tanpa menampilkan nama peserta.

(3).  Penilaian program /KBM
       -   Menanyakan kembali kepada peserta apakah masih ada materi yang belum dipahami.

















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah                      :  SMPN 2 Sijunjung
Mata Pelajaran           :  Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kelas / Semester         :  IX / 1
Alokasi Waktu           :  8 jam pelajaran (4 x pertemuan)

Standar Kompetensi     : Memahami dasar-dasar penggunaan Internet/intranet

Analyze Learner

Peserta :
-       Murid kelas IX Semester 1 SMPN 2 Sijunjung

Prasyarat :
-       Siswa sudah mengenal internet secara dasar
-       Siswa telah menyelesaikan mata pelajaran sebelumnya

Gaya Belajar : menggunakan metode diskusi, Tanya jawab dan pemberian tugas dalam kegiatan belajarnya. Kegiatan belajarnya belum banyak prakteknya.

Kondisi sosial budaya (kalau perlu) : didominasi oleh budaya local yaitu budaya pesisir selatan.

State Objectives

Kompetensi Dasar  : 1.4 Mengidentifikasi perangkat keras yang digunakan dalam akses Internet/intranet
Indikator             :               1. Menjelaskan pengertian ISP
2. Menyebutkan perangkat keras-perangkat keras untuk akses Internet dan menjelaskan fungsinya
3. Menyebutkan perangkat lunak-perangkat lunak untuk akses Internet dan menjelaskan fungsinya

Tujuan Pembelajaran
  1. Mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan Internet Service Provider
  2. Mengenal berbagai perangkat keras yang digunakan dalam akses Internet.
  3. Mengenal berbagai perangkat lunak yang digunakan saat berkerja di Internet.
  4. Menginstall modem
  5. Menginstall perangkat lunak untuk aplikasi Internet.


Select Methods, Media and Materials

(1) model dan metode pembelajaran
  1. Model Pembelajaran    :   Pembelajaran Langsung (D.J.)
                                                          Pembelajaran Kooperatif (C.L.)
  1. Metode                              :   Demontrasi
                                                          Diskusi Kelompok
Praktikum
 (2).  Media
·         LCD, Komputer, OHP (cadangan), White board (untuk menulis hasil tanyajawab)
(3).  Bahan Ajar
-   Bahan ajar yang disediakan guru
-   Buku paket untuk belajar siswa

Utilize Media and Materials
(1).  Preview the Materials.
Guru mempersiapkan materi ajar dan mengecek kembali file presentase yang akan diajarkan sesuai dengan urutan serta yakin bahan-bahan tayangan telah lengkap

(2).  Prepare the Materials.
- mempersiapkan materi berupa handout, file presentasi
- mempersiapkan spidol
- mengecek ulang dan siapkan kertas transparan
- Mempersiapkan peralatan untuk melaksanakan demonstrasi

(3).  Prepare Environment.
          Mengecek seluruh peralatan (Komputer, LCD, OHP, Spidol, dll.) yang ada di kelas sebelum memulai KBM, sesuai dengan kebutuhan selama KBM
          Memberitahukan kepada petugas piket tentang adanya diskusi kelompok dan mendiskusikan penataan ruangnya.

(4).  Prepare the Learners.
          Memberikan rasa nyaman pada peserta dengan pertanyaan ringan sebagai alat untuk memfokuskan perhatian peserta
          Membuat pencairan suasana agar siswa lebih senang berada didalam lokal
          Menjelaskan tujuan pembelajaran, memberikan handout, jelaskan   agenda pembelajaran selama KBM
          Membuat kesepakatan, pembagian waktu dan Proses pembelajaran

(5).  Provide Learning Experience
-       Sesi awal perkenalan
-       presentasikan konsep-konsep
-       ada kesempatan diskusi, sharing
-       pengambilan keputusan yang dilakukan oleh siswa dibawah bimbingan guru


Require Learner Participation                
d.      Peserta belajar, diajak berpartisipasi dengan
-       Menjawab pertanyaan,
-       berpartisipasi
-       Diajak Menjawab pertanyaan agar melibatkan seluruh peserta dalam pembelajaran
-       Melakukan demonstrasi dan
-       komunikasi 2 arah
-       umpan balik

e.       Instruktur/fasilitator
-       libatkan peserta dalam pembelajaran
-       lakukan komunikasi 2 arah
-       lakukan upaya umpan bali


Evaluate and Revise
(1).  Penilaian Belajar
  1. Teknik penilaian
a.       Tes tertulis
b.      Pengamatan kinerja
  1. Bentuk instrumen
a.       PG dan isian singkat
b.      Daftar penilaian keaktifan siswa

 (2).  Bahan Ajar berupa hand out dari guru
Meminta kepada peserta untuk memberikan tanggapan tertulis tentang bahan ajar yang telah diberikan disebuah kertas yang telah disediakan, tanpa menampilkan nama peserta.

(3).  Penilaian program /KBM
       -   Menanyakan kembali kepada peserta apakah masih ada materi yang belum dipahami.



















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah                      :  SMPN 2 Sijunjung
Mata Pelajaran           :  Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kelas / Semester         :  IX / 1
Alokasi Waktu           :  8 jam pelajaran (4 x pertemuan)

Standar Kompetensi     : Memahami dasar-dasar penggunaan Internet/intranet

Analyze Learner

Peserta :
-       Murid kelas IX Semester 1 SMPN 2 Sijunjung

Prasyarat :
-       Siswa sudah mengenal internet secara dasar
-       Siswa telah menyelesaikan mata pelajaran sebelumnya

Gaya Belajar : menggunakan metode diskusi, Tanya jawab dan pemberian tugas dalam kegiatan belajarnya. Kegiatan belajarnya belum banyak prakteknya.

Kondisi sosial budaya (kalau perlu) : didominasi oleh budaya local yaitu budaya pesisir selatan.

State Objectives

Kompetensi Dasar  : 1.5 Melakukan berbagai cara untuk memperoleh sambungan Internet/intranet
Indikator            
1. Menyebutkan berbagai tipe koneksi ke Internet
2. Menyebutkan kekurangan dan kelebihannya masing-masing tipe koneksi
3. Mampu menghubungkan komputer ke Internet

Tujuan Pembelajaran
  1. Mengetahui berbagai jenis koneksi ke Internet dan perangkat yang dibutuhkan
  2. Mengetaui cara mengatur hubungan komputer ke Internet
  3. Mengetahui cara memulai dan mengakhiri koneksi ke Internet


Select Methods, Media and Materials

(1) model dan metode pembelajaran
  1. Model Pembelajaran    :   Pembelajaran Langsung (D.J.)
                                                          Pembelajaran Kooperatif (C.L.)
  1. Metode                              :   Demontrasi
                                                          Diskusi Kelompok
Praktikum
 (2).  Media
·         LCD, Komputer, OHP (cadangan), White board (untuk menulis hasil tanyajawab)
(3).  Bahan Ajar
-   Bahan ajar yang disediakan guru
-   Buku paket untuk belajar siswa

Utilize Media and Materials

(1).  Preview the Materials.
Guru mempersiapkan materi ajar dan mengecek kembali file presentase yang akan diajarkan sesuai dengan urutan serta yakin bahan-bahan tayangan telah lengkap

(2).  Prepare the Materials.
- mempersiapkan materi berupa handout, file presentasi
- mempersiapkan spidol
- mengecek ulang dan siapkan kertas transparan
- Mempersiapkan peralatan untuk melaksanakan demonstrasi

(3).  Prepare Environment.
          Mengecek seluruh peralatan (Komputer, LCD, OHP, Spidol, dll.) yang ada di kelas sebelum memulai KBM, sesuai dengan kebutuhan selama KBM
          Memberitahukan kepada petugas piket tentang adanya diskusi kelompok dan mendiskusikan penataan ruangnya.

(4).  Prepare the Learners.
          Memberikan rasa nyaman pada peserta dengan pertanyaan ringan sebagai alat untuk memfokuskan perhatian peserta
          Membuat pencairan suasana agar siswa lebih senang berada didalam lokal
          Menjelaskan tujuan pembelajaran, memberikan handout, jelaskan   agenda pembelajaran selama KBM
          Membuat kesepakatan, pembagian waktu dan Proses pembelajaran

(5).  Provide Learning Experience
-       Sesi awal perkenalan
-       presentasikan konsep-konsep
-       ada kesempatan diskusi, sharing
-       pengambilan keputusan yang dilakukan oleh siswa dibawah bimbingan guru


Require Learner Participation                  
f.       Peserta belajar, diajak berpartisipasi dengan
-       Menjawab pertanyaan,
-       berpartisipasi
-       Diajak Menjawab pertanyaan agar melibatkan seluruh peserta dalam pembelajaran
-       Melakukan demonstrasi dan
-       komunikasi 2 arah dan umpan balik
g.       Instruktur/fasilitator
-       libatkan peserta dalam pembelajaran
-       lakukan komunikasi 2 arah
-       lakukan upaya umpan bali


Evaluate and Revise
(1).  Penilaian Belajar
  1. Teknik penilaian
c.       Tes tertulis
d.      Pengamatan kinerja
  1. Bentuk instrumen
c.       PG dan isian singkat
d.      Daftar penilaian keaktifan siswa

 (2).  Bahan Ajar berupa hand out dari guru
Meminta kepada peserta untuk memberikan tanggapan tertulis tentang bahan ajar yang telah diberikan disebuah kertas yang telah disediakan, tanpa menampilkan nama peserta.

(3).  Penilaian program /KBM
       -   Menanyakan kembali kepada peserta apakah masih ada materi yang belum dipahami.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar